Soal Gas Air Mata Kedaluwarsa dalam Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Diperiksakan di Laboraturium

idtheftquiz.org/ – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) sempat menyatakan bahwa pihaknya menemukan informasi yang menyebutkan bahwa gas air mata yang ditembakkan oleh pihak Kepolisian dalam Tragedi Kanjuruhan adalah gas air mata kedaluwarsa .

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Komisioner Komnas HAM bidang Penyelidikan, Choirul Anam beberapa waktu lalu.

“Soal kedaluwarsa itu informasinya memang kita dapatkan,” katanya, dikutip pada Selasa, 11 Oktober 2022.

“Tapi memang perlu pendalaman,” ujarnya, melanjutkan penjelasan.

Sementara itu, Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TGIPF ) Tragedi Kanjuruhan , Mahfud MD pun menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap kandungan gas air mata yang disebut kadaluarsa tersebut.

“Bukti-bukti penting yang didapatkan dari lapangan saat ini sedang dikaji dan sebagian juga sedang diperiksakan di laboratorium. Misalnya, menyangkut dengan kandungan gas air mata yang kedaluwarsa ,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD mengatakan, beberapa gas air mata yang ditembakkan itu memang sudah kedaluwarsa . Meski demikian, pihaknya masih belum memastikan sejumlah gas air mata lainnya karena masih dalam proses pemeriksaan.

“Ada yang masih akan diperiksa lagi apakah kedaluwarsa atau tidak,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, sosok yang juga menjabat sebagai Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu menjelaskan bahwa proses pemeriksaan kandungan gas air mata itu dilakukan untuk mengetahui tingkat bahayanya.

Masih dari keterangan Mahfud MD , ia menyebutkan bahwa nantinya timnya akan segera menyerahkan hasil investigasi dan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat, 14 Oktober 2022.

” TGIPF pada Rabu (12/10) akan segera melakukan analisis sekaligus menyusun kesimpulan dan rekomendasi, sehingga diharapkan laporannya bisa diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pada Jumat (14/10),” katanya.

“Mulai besok, kami akan konsinyering untuk menyusun laporan, mendiskusikan dan menyusun laporan akhir,” ucapnya.

Mahfud MD mengaku bahwa penyerahan hasil investigasi dan rekomendasi tersebut lebih cepat dari target awal penyelesaian, yaitu satu bulan.

“Kami Insyaallah lebih cepat lagi, 10 hari saja. Artinya hari Jumat ini sudah bisa diserahkan,” ujarnya.

“Sudah seminggu kami bekerja, hari ini adalah hari terakhir untuk meminta keterangan dari pihak-pihak yang dibutuhkan oleh TGIPF ,” ucapnya, melanjutkan penjelasan.

Diketahui, hingga saat ini, pihak TGIPF pun telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, di antaranya adalah LPSK, PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Indosiar.

Kemudian, Mahfud MD menyebutkan bahwa pihaknya juga akan meminta keterangan dari masyarakat sipil.

“Malam ini akan dilanjutkan meminta keterangan dari masyarakat sipil,” tuturnya.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://idtheftquiz.org/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idtheftquiz.org/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Comment