Penjual Dawet Bersaksi Tragedi Kanjuruhan Tak Sepenuhnya Salah Polisi, Katanya: Gas Air Matanya Gak Parah

idtheftquiz.org/ – Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan , Malang , Jawa Timur ( Jatim ) masih menyaratkan duka mendalam, terutama bagi keluarga ratusan korban yang tewas.

Dalam rasa pilu yang dibumbui panasnya aksi saling menyalahkan, situasi menjadi semakin keruh.

Sebagai salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian, seorang penjual dawet mengungkap sisi lain yang tak banyak diketahui orang-orang.

Di antara cacian dan makian yang banyak diterima aparat pengamanan TNI-Polri , ibu pedagang itu tegas mengatakan bahwa polisi tidak bisa disalahkan sepenuhnya dalam tragedi berdarah tersebut.

Baca Juga: Andika Perkasa Selidiki Keterlibatan Oknum TNI dalam Tragedi Kanjuruhan, Minta Bantuan Masyarakat

“Gas air matanya sih sebetulnya gak terlalu anu (parah) kok, cuma ini uyel-uyelannya dan saling dorong, berdesakkan antar suporter (untuk) keluar karena menghindari gas,” katanya, dilihat Pikiran-Rakyat.com dari unggahan audio viral di TikTok, Senin, 3 Oktober 2022.

“Makanya kita nggak bisa menyalahkan polisinya, juga nggak bisa menyalahkan suporternya,” ujar dia lagi, menggunakan bahasa Jawa.

Audio pengakuan ibu penjual dawet tersebut mendadak ramai dibicarakan. Hingga saat ini rekamannya telah dilihat sebanyak 4,2 juta pengguna.

Demi menyeimbangkan kabar yang berat sebelah dan cenderung menyalahkan aparat, ibu itu lalu mengatakan, salah satu alasan situasi makin kacau adalah banyaknya suporter yang mabuk.

Baca Juga: 25 Link Twibbon Maulid Nabi 2022, Mari Semarakkan Hari Kelahiran Rasulullah SAW di Media Sosial

“Suporternya sebelumnya udah pada minum (mabuk) semua, yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol, yang saya tolong pun ( Aremania ) ternyata itu pemabuk,” kata ibu itu.

Pengaruh alkohol menjadikan suasana makin mencekam. Polisi penjaga Pintu Tiga Stadion Kanjuruhan yang tak tahu menahu kondisi di dalam jadi kebagian getahnya.

“Nah di pintu 3 sebelah kiri warung saya itu ada anak kecil terjepit, ditolong sama polisi , Pak Arif namanya, polisi asal Batu, terus si Pak Arif ini nolong melindungi tapi dipukuli kepalanya (sama suporter yang mabuk),” ujar dia lagi.

Dia melanjutkan, alkohol mendorong para suporter menjadi tak terkendali, hingga dagangannya juga ikut jadi sasaran kemarahan.

Baca Juga: Kumpulan Foto Jadul Rizky Billar Diduga saat Jual Diri sebagai Gigolo: Telanjang Dada hingga Pamer Otot

“Kenapa saya tahu, karena saya selamatkan (Pak Arif) di toko saya, polisi ini. Malah saat itu dawet-dawet jualanku dihancurkan, “Ini dawet Mas, jangan! Jangan!”,” katanya lagi.

Setelah kondisi agak aman, anak kecil dan polisi bernama Pak Arif itu dibasuhi wajahnya dengan air. Namun tak berapa lama, ada Aremania yang masih memburu si polisi .

Keadaan di sekitar tokonya, kata si Ibu kembali rusuh. Pengaruh alkohol bahkan obat-obatan terlarang memicu oknum suporter tersebut ngamuk kepada sembarang orang.

Selain Pak Arif, Ibu itu melanjutkan bahwa terdapat dua polisi lagi asal Sumbermanjing dan beberapa Polwan ( polisi wanita) yang turut dia selamatkan dari amukan Aremania . ***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://idtheftquiz.org/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idtheftquiz.org/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Comment