Moeldoko Siap Turunkan Pakar Bahas Undang-Undang Peradilan Tanah

idtheftquiz.org/ – Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Dr H Moeldoko berjanji akan membawa undang-undang peradilan tanah untuk dipelajari lebih lanjut di tempat dia bertugas.

Hal itu disampaikan Moeldoko saat diwawancarai seusai Talk Show Interaktif Hantaru ke-62 dan HUT IPPAT ke-35, di Universitas Parahyangan, Kota Bandung, Jalan Ciumbuleuit pada Jumat 14 Oktober 2022.

Menurut Moeldoko , KSP akan menyiapkan pakar-pakar terkait untuk membahas permasalahan ini. Berdasarkan data yang ada terdapat kasus konflik pertanahan di Indonesia sebanyak 1191 kasus.

“Namun kita prioritaskan terlebih dahulu yang urgensinya paling tinggi sebanyak 137 kasus. Diharapkan dengan terselesaikannya kasus tanah ini, maka bisa membantu akselerasi pembangunan Nasional,” katanya.

Di sisi lain pada kesempatan tersebut Moeldoko juga menyampaikan Indonesia sedang menghadapi krisis keuangan global. Bahkan sedikitnya sudah ada 28 negara yang mengantri di IMF.

“Jadi 14 negara sudah masuk, 14 negara sedang mengantri untuk ikut juga meminjam ke IMF. Jadi kondisi sekarang Indonesia dalam keadaan waspada. Meski ekonomi cukup baik dan inflasi rendah,” ujarnya.

Demi mengantisipasinya kata Moeldoko hal yang harus dilakukan adalah investasi yang baik. Namun harus dijamin oleh beberapa hal yang ada. Baik itu keamanan investasi, kepastian investasi dan terakhir adalah efisiensi dari investasi.

“Hal ini pun harus didukung oleh SDM yang baik, lalu pembangunan infrastruktur dan perbaikan undang-undang sekaligus regulasi. Jadi kita harus gempur reformasi birokrasi dengan pelayanan tercepat melalui mal pelayanan terpadu, termasuk transformasi ekonomi,” ucapnya.

Ketua Pengwil IPPAT Jabar Osye Anggandari, SH menambahkan undangan ke Kepala Staf Kepresidenan ini pun bukan bermaksud apa-apa. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memberikan kejutan di ulang tahun IPPAT ke-35.

“Apalagi anggota IPPAT Jabar ini berjumlah sekira 4580 orang. Sedangkan seluruh anggota IPPAT di Indonesia ini sebanyak 21.000 orang, anggota. Yah jadi seperlima anggota IPPAT ada di Jabar,” katanya.

Osye juga menyampaikan selama ini IPPAT Jabar tidak ingin membuat konflik-konflik di lapangan. Jika ada yang tidak sesuai maka komunikasi secara baik adalah yang dikedepankan.

Oleh karena itu Osye pun berharap dengan kehadiran Kepala Staf Kepresidenan ini, bisa memberikan solusi bagi masalah-masalah di lapangan. Jadi masalah yang ada bisa langsung dikomunikasikan oleh peserta.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Rektor Unpad, Wakil Rektor Unpar, Dekan FH Unpar, Asisten Bidang Adminstaris Pembangunan Provinsi Jabar dan sejumlah tamu undangan lainnya.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://idtheftquiz.org/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idtheftquiz.org/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Comment