Mie Sedaap Ditolak di Sejumlah Negara, Produsen Gelar Investigasi

idtheftquiz.org/ – Beberapa waktu lalu, produk Mie Sedaap mendapat penolakan hingga larangan edar di beberapa negara.

Larangan edar tersebut muncul usai adanya indikasi penggunaan etilen oksida pada bahan baku produksinya.

Usai produknya ditolak oleh beberapa negara, produsen Mie Sedaap , WINGS Group Indonesia melakukan investigasi lebih lanjut terkait produknya.

“Kami sedang melakukan investigasi lebih lanjut dengan otoritas dalam negeri maupun negara-negara yang bersangkutan,” kata Head of Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia, Sheila Kansil, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Sheila menyampaikan, bahwa upaya tindakan investigasi tersebut dilakukan guna menjaga kualitas dari produk Mie Sedaap dan agar kepercayaan konsumen.

Dia juga telah mencerna setiap infornasi yang beredar terkait Mie Sedaap yang mendapat penahanan untuk beredar di sejumlah negara karena mengandung etilen oksida.

Selain Mie Sedaap , menurut Sheila, merek mi instan dan kategori makanan lainnya yang diproduksi berbagai perusahaan yang berpusat di Jepang, China, India, dan Filipina juga mengalami hal yang sama di antaranya sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan lainnya.

Sheila juga mengatakan, negara yang melakukan uji kelayakan atau pemerisaan bukan hanya Taiwan, tetapi juga negara-negara lainnya.

Namun, penggunaan etilen oksida dalam produk industri agrikultur yang fungsinya sebagai zat starilizer atau antimikroba merupakan hal yang umum.

Amerika Seriktat, Kanada, dan sejumlah negara lainnya juga masih menggunakan zat tersebut pada rempah-rempah dan biji-bijian.

“Namun demikian, Mie Sedaap memastikan tidak menggunakan etilen oksida di seluruh lini produksi. Mie Sedaap telah memenuhi standar keamanan pangan sehingga aman untuk dikonsumsi,” ujar Sheila.

Sheila juga menyampaikan kalau produk Mie Sedaap telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI (Manjelis Ulama Indonesia).

Produk tersebut juga selalu tunduk pada standar keamanan pangan yang saat ini berlaku. Selain itu, produk Mie Sedaap telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Kemudian, telah memenuhi sertifikasi ISO 22000 terkait Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan, serta sertifikasi ISO 9001 tentang Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu.

Sebelumnya, sejumlah varian Mie Sedaap dinyatakan mengalami penolakan untuk beredar di tiga negara karena mengandung pestisida.

Negara tersebut meliputi Taiwan, Hongkong, dan Singapura. Bahkan, imbauan penarikan dua produk mi instan merek Mie Sedaap yang diimpor dari Indonesia itu datang dari Badan Pangan setempat.

Dilansir dati situs resmi BPOM RI, produk mi instan yang mengalami penarikan dari Hongkong berbeda dengan produk yang punya merek sama, yang beredar di Indonesia dan telah memenuhi kelayakan edar.

Di Hongkong, terdapat satu produk yang berasal dari Indonesia yang mengalami penarikan dari peredaran, yaitu Mi Instan Goreng Rasa Ayam Pedas Ala Korea merek Sedaap (Sedaap Korean Spicy Chicken Flavour Fried Noodle).

Hal tersebut disebabkan adanya kandungan residu pestisida etilen oksida (EtO) yang terdeteksi dan tidak memenuhi kelayakan edar yang merujuk pada aturan di Hongkong.

Risidu pestisida dalam produk tersebut, terdeteksi ada pada mi kering, bubuk cabe, serta bumbu dari produk mi instan.

BPOM juga terus melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar sebagai perlindungan kesehatan masyarakat dan mereka menjamin kalau produk yang beredar di Indonesia yang telah terdaftar BPOM adalah produk yang aman dikonsumsi.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://idtheftquiz.org/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://idtheftquiz.org/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Comment